Rabu, 08 Mei 2019

Berkat Sampah Jeruk, Lahan Pembuangan di Kosta Rika Berubah Jadi Hutan Subur


Sebuah cerita tentang proyek ekologi yang berbuah hasil tak terduga datang dari Kosta Rika. Satu perusahaan minuman sepakat untuk membuang limbah produksi mereka dengan cara yang ramah lingkungan. Limbah makanan dibuang di lahan tandus yang sudah disepakati bersama otoritas taman nasional. Belasan tahun kemudian, berhektar-hektar hutan muncul dari lokasi pembuangan tersebut.

Menurut laporan Princeton University, semuanya dimulai pada tahun 1997 ketika dua ahli ekologi dari University of Pennsylvania bekerjasama dengan perusahaan jus jeruk Del Oro. Perusahaan tersebut memiliki tanah yang berbatasan dengan Area Konservasi Guanacaste, sebuah taman nasional yang terletak di sudut barat laut Kosta Rika. Sementara kawasan konservasi ingin memperluas wilayah mereka hingga ke lahan tersebut.

Akhirnya kesepakatan yang dianggap menguntungkan kedua belah pihak tercapai. Del Oro setuju untuk membuang hanya limbah bulir dan kulit jeruk yang tidak menggunakan pestisida dan insektisida di lahan milik kawasan konservasi yang paling buruk tingkat kesuburannya. Sementara Guanacaste bertugas melakukan pengawasan agar proses pembuangan sampah Del Oro tetap terkendali secara ekologis. Dengan perjanjian itu, kawasan konservasi bisa memperluas lahan dan perusahaan memiliki sistem limbah yang terpantau.

Proyek sistem limbah Del Oro-Guanacaste berjalan dengan ketidaksetujuan dari banyak pihak. Sempat terjadi perang tuntutan antara Del Oro dengan perusahaan kompetitor dan para aktivis lingkungan. Akhirnya pengadilan pun memerintahkan agar proyek tersebut dihentikan.

Sebanyak 12.000 ton limbah kulit jeruk sudah terlanjur memenuhi lahan pembuangan Del Oro. Sekitar 16 tahun kemudian, Timothy Treuer dari Princeton University melakukan observasi ke area tersebut. Rupanya lahan pembuangan Del Oro sudah berubah menjadi hutan lebat.

Setelah pengamatan singkat di tahun 2013, sejumlah peneliti dari Princeton kembali di tahun 2014. Setelah melakukan pengamatan terperinci, mereka mendapatkan hasil yang lebih pasti. Jumlah spesies tumbuhan yang berada di lahan tersebut telah meningkat hingga tiga kali lipat sejak tahun 1997. Proyek kontroversial tersebut telah terbukti mampu mengembalikan hutan tropis di Kosta Rika dengan cara yang tak terduga. 

0 komentar:

Posting Komentar