Sabtu, 11 Mei 2019

Kebiasaan Menggunakan Tisu Basah Justru Bisa Picu Sejumlah Masalah Ini


Salah satu hal sehari-hari yang kita siapkan di dalam tas adalah tisu basah. Bentuk yang ringkas, isi yang banyak, serta bau yang harum ini menjadikan tisu basah ini banyak dibawa untuk cara membersihkan darurat nan praktis.

Dilansir dari Times of India, kendati sangat praktis dan ringkas, tisu basah ini ternyata diketahui memiliki kandungan kimia tertentu. Penggunaan tisu basah ini dapat menyebabkan munculnya ruam pada kulit terutama pada bagian-bagian tubuh tertentu.

Karena penggunaannya sebagai pengganti tisu toilet, terdapat kasus yang menyebut bahwa pada seseorang terdapat ruam yang muncul di anus. Beberapa tisu basah ini memiliki kandungan kimia MCI (methylchloroisothiazolinone) yang dapat menyakiti kulit.

Selain itu, tisu basah yang mengandung bahan pengawet dan pewangi sebaiknya juga tidak bersentuhan dengan kulit sekarang. Hal ini terutama jangan sampai terjadi pada balita dan anak kecil.

Penggunaan tisu basah ini juga harus diawasi dan sebaiknya tidak dilakukan berulang. Ketika tisu yang sama digunakan pada berbagai hal yang berbeda, tisu basah ini justru bukannya membasmi bakteri namun malah menyebarkannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cardiff University menyebut bahwa tisu basah memiliki perbedaan satu sama lain dalam membunuh bakteri. Hal ini membuatnya jadi pilihan yang kurang diandalkan dibanding menggunakan sabun dan air.

Salah satu kebiasaan lain yang biasa dilakukan adalah menggunakan tisu basah sebagai pengganti tisu toilet. Sayangnya pada beberapa orang, tisu ini tidak dibuang di tempat sampah melainkan di-flush di toilet. Hal ini bisa menyebabkan toilet jadi tersumbat. Selain itu, tisu basah juga tidak mudah didaur ulang karena kandungan di dalamnya.

0 komentar:

Posting Komentar